Energy

Energi  merupakan suatu wilayah/domain yang saya kaitkan dengan Spiritualitas, khususnya saat melakukan perubahan dengan berbagai tools NLP.

Bagi yang pernah ikut NLP for trainer (yg kita adakan bersama TCI), tentunya pernah merasakan bagaimana kita melakukan “Neurological Level Alignment” yang dikombinasikan dengan mengakses “energi dari langit” (wah istilah ini sangat bombastis ya….?).

Hampir semua peserta training yang pernah mengalami hal ini akan merasakan perubahan dan perasaan yang “Luar biasa”. Bahkan yang paling menarik adalah, bulan lalu ada praktisi energi yang ahli aura mampir ke kantor saya. Kemudian secara tidak sengaja saya menunjukkan testimoni para peserta pelatihan NLP for Trainer di laptop saya, maksudnya untuk promo NLP padanya. Namun yang justru mengejutkan adalah ia mengatakan “Mas, semua peserta training itu kok auranya luar biasa kuat dan berbentuk telor raksasa yang terang benderang!”

Wuih, Alhamdulillah rupanya berhasil yang kami lakukan. Tidak saja terasa oleh peserta, namun terlihat oleh orang lain melalui laptop lho!

Saya rasa ceritanya STOP sekian dulu, dan mari kita MULAI PIKIRKAN : Apa yang kita inginkan dengan mempelajar Spiritual NLP ini?

Kami tunggu kontribusinya
Salam penuh kasih!

Anchor Ibadah Khusyuk

Beberapa orang pernah mengeluhkan kepada saya mengenai bagaimana supaya lebih mudah mencapai kondisi khusuk dalam beribadah, misalkan dalam melakukan sholat.

Salah satu tools NLP dapat dipergunakan untuk mereproduksi kondisi khusyuk kapanpun diinginkan, yakni tools anchor. Menggunakan anchor akan mempermudah kita sewaktu-waktu menginginkan masuk ke dalam state of mind khusyuk itu.

Menggunakan Sarana Yang Alami

Jenis-jenis anchor yang dapat dipergunakan adalah berbagai macam, selain anchor kinestetik, maka alat-alat yang memang sudah berhubungan dengan situasi beribadah, misalkan sajadah ataupun tasbih juga dapat dipergunakan.

Caranya sederhana sekali,misalkan kita akan menciptakan anchor untuk kekhusyukan sholat kita. Mulailah berdiri di sebelah bawah sajadah. Kemudian akses kondisi khusyuk yang pernah Anda alami sebelumnya, akses adalah dengan cara mengingat peristiwa lalu, namun lakukan secara fully associated (seolah sedang mengalaminya lagi).

Setalah masuk ke kondisi khusyuk, kemudian tingkatkan level khusyuknya (amplify) dengan cara mengubah submodality-nya sehingga menjadi lebih riil. Jika pada saat khusyuk Anda mengalami getaran tertentu, maka getaran itu dapat diperkuat.

Tepat menjelang rasa puncak dari sensasi khusyuk itu, melangkahlah ke atas sajadah, dan katakan (niatkan) semacam ini “Setiap kali ssaya melangkah berdidri di atas sajadah, maka saya akan masuk dalam kondisi khusyuk seperti ini“. Lakukan hal ini dengan menatap sajadah secara fokus, agar tercipta asosiasi antara sajadah dan khusyuk.

Nah, jika Anda melakukan dengan benar, maka sejak saat ittu, jika Anda melangkah berdiri di atas sejadah, maka secara otomatis Anda akan masuk ke kondisi khusyuk dengan mudah dan cepat.

Catatan Penting

Hindari duduk-duduk, tiduran di atas sajadah, karena akan merusak efek asosiasi anchor ini. Hindari pula di atas sajadah sambil melakukan aktivitas yang tidak berhubungan dengan ibadah.

Anda bisa mengganti sajadah dengan hal lain, seperti tasbih untuk akses kekhusyukan berdoa, dll.

Semoga bermanfaat.